19.10.10

SEPI


setiap ayunan lanhkah yang ku taburkan..
makin menyepi..
sepi dalam lautan liur mulut sang pembechok..
aku????
masih disini..
tetap beku dalam pelukan perang semalam..
setia membekal stok air masin tok bumi..
masih panas rembesan air itu..
sepi....
itu aku...
aku dan sepi satu kisah dunia baru..
masih belum sedia dipertonton untuk warga pengemar..
biar cherita sepi khabir bahtia bisa menggurkan
air masin dari jendela hati kalian..
usah melakukan adengan demikian untuk kisah aku..
kisah aku hanya satu kisah yang amat terbiasa dengan jiwa
geng choki - choki
biar sepi merantai diri
pabila diri ini terkaku bicara..
kebahagian menyelinap
berselubung kesepian tanpa perlu
bermadah bicara..
menepung kisah
menjadi sang lidang yang berjejari dosa
aku pilih jalan ini..
jalan mati untuk lidah pecah..

No comments:

Post a Comment